WARNING: Internal SD content will be erased
- Go here and download the ROM of your country/region
- Download smartflash and drivers from here and install them
- Run SmartFlashTool_P990.exe
- Turn the phone off, remove the battery and connect the phone to PC via USB while holding down the volume down button.
- Now you should be able to see the software upgrade screen, and COM port of smartflash will change automatically.
- Now in smart flash select "ROM Copy D/L"
- Make sure that "Normal Mode" is checked and "Erase Cal" is NOT checked
- In AP Bin click browser and select the (BIN) file
- In CP Bin click browser and select the (FLS) file

Bingung bongkar dan servis motor Satria 2-tak lama atau satria FU Anda? Atau ingin menambah performa? Silahkan datangi bengkel Yovan Speed and Custom (YSC) yang terletak di daerah Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Tepatnya arah ke daerah Rempoa.
Bengkel yang digawangi oleh Iqbal yang biasa dipanggil Iwa ini, biasa menjadi tongkrongan dari pengguna motor-motor Satria baik 2-tak maupun 4-tak. Pemuda yang merupakan lulusan SMK teknik mesin ini memang telah lama berkecimpung di dunia mesin motor.
“Selain terima servis kita juga layani permintaan buat korek harian, ataupun untuk balap karena banyak juga yang doyan main speed,” ungkapnya.
Memang bengkel ini dikenal dari mulut kemulut karena hasil kerjanya yang luar biasa. Selain part-part original, bengkel ini juga menyediakan part-part racing ternama. Hampir setiap hari ada sekitar 3 sampai 4 motor Satria dari sebuah klub Satria di Jakarta menjadi langganan di bengkel ini.
Lanjut dengan urusan harga, ternyata selain hasil yang luar biasa harga juga lumayan murah. “Untuk servis ringan FU kita ngasih harga Rp 35 ribu, servis besar Rp 65 ribu, porting polish Satria FU Rp 150 ribu, harga ini diluar harga part seperti packing,” jelas Iwa.
“Kalau untuk 2-tak, kita buka harga Rp 20 ribu untuk servis ringan dan Rp 35 ribu untuk servis besar,” tambahnya lagi.
Selain servis mereka juga melayani bore up, harga bervariasi tergantung dari permintaan pelanggan. Untuk 2-tak dimulai dari kisaran harga Rp 350–Rp 900. “Harga segini tentunya hanya ongkos jasa, belum termasuk harga part,” tutup Iwa.
Ingin coba korek Satria kesayangan Anda? Silahkan datang saja ke bengkel Yovan Speed and Custom di Jl. Rempoa Pahlawan No.70, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Telp. 021 – 33620695 / 081289299000.
Kali ini saya akan mencoba membahas tentang dasar-dasar IP address, yah walaupun saya newbie ga ada salahnya dong sharing-sharing ya, kalo ada yang mau nambahin ya monggo di tambahin, oke pertama saya akan coba membahas pengertian dari Internet Protokol (IP).
Sebuah Host membutuhkan alamat IP untuk dapat berpartisipasi di Internet. Alamat IP adalah alamat logical network yang mengidentifikasi suatu host tertentu. Untuk itu IP harus dikonfigurasi dengan benar dan unik untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat lain di Internet.
Setiap paket yang dikirim melalui Internet memiliki Alamat sumber dan alamat tujuan. Informasi ini diperlukan oleh perangkat jaringan untuk memastikan informasi sampai ke tujuan dan setiap balasan dikembalikan ke sumber dengan benar.
Sebuah alamat IP hanyalah sekumpulan kode biner 32 bit (satu dan nol). Hal ini sangat sulit bagi manusia untuk membaca alamat IP dalam bentuk biner. Untuk alasan ini, 32 bit IP tersebut dikelompokkan menjadi empat oktet yang masing-masing oktet berisikan 8 bit kode biner. Untuk membuat alamat IP lebih mudah dipahami, setiap oktet disajikan sebagai nilai desimal-nya, yang dipisahkan oleh titik desimal atau periode.
Alamat IP 32-bit didefinisikan dengan IP versi 4 (IPv4) dan saat ini adalah bentuk paling umum dari alamat IP di Internet. Ada lebih dari 4 milyar kemungkinan alamat IP menggunakan skema pengalamatan 32-bit. Bit paling kanan di oktet memiliki nilai 1 dan nilai dari bit yang tersisa, dari kanan ke kiri, adalah 2, 4, 8, 16, 32, 64 dan 128.
-> Jika dalam 1 oktet ke 8 bit adalah 0, atau bila di tuliskan kode desimalnya 00000000, maka nilai oktet itu adalah 0.
-> Jika dalam 1 oktet ke 8 bit adalah 1, atau bila di tuliskan kode desimalnya 11111111, maka nilai oktet itu adalah 255 (128 +64 +32 +16 +8 +4 +2 +1).
-> Jika 8 bit dicampur, seperti contoh 00100111, maka nilainya adalah 39 (32 +4 +2 +1).
Jadi nilai dari masing-masing oktet dapat berkisar dari 0 sampai maksimal 255.
Secara hirarki alamat IP address terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mengidentifikasi Network dan bagian kedua mengidentifikasi host pada jaringan itu. Kedua bagian ini diperlukan dalam sebuah alamat IP.
Sebagai contoh, jika sebuah host memiliki alamat IP 192.168.18.57, maka tiga oktet pertama (192.168.18), mengidentifikasi alamat Network, dan oktet terakhir (57) mengidentifikasi alamat host. Router hanya perlu tahu bagaimana mencapai alamat network dari masing-masing IP, bukan perlu untuk mengetahui lokasi dari setiap host.
Bagaimana IP address dan Subnet Mask Berinteraksi
Kita sudah mengetahui secara hirarki ada dua bagian untuk setiap alamat IP. Bagaimana kita tahu mana bagian Network dan mana bagian Host? Ini adalah pekerjaan dari subnet mask.
Ketika sebuah IP host dikonfigurasi, subnet mask juga di pasangkan bersama dengan alamat IP. Seperti alamat IP, subnet mask juga memiliki panjang 32 bit kode biner. Subnet masklah yang menandakan bagian mana dari sebuah alamat IP yang merupakan network address dan bagian mana yang merupakan host.
Subnet mask dicompare dengan alamat IP, dari kiri ke kanan bit per bit. Bit-bit yang berlogika 1 pada subnet mask merepresentasikan porsi Network, sedangkan Bit-bit yang berlogika 0 merupakan bagian host. Dalam contoh yang ditunjukkan, tiga oktet pertama adalah Network, dan oktet terakhir merupakan host.
Cara untuk menentukan jumlah host yang tersedia dalam suatu jaringan adalah dengan menjumlahkan nilai dari bit host yang tersedia, anggap saja semua bit host berlogika 1, maka (128 +64 +32 +16 +8 +4 +2 +1 = 255). Dari jumlah ini, dikurangi 1 (255-1 = 254), karena bit host tidak boleh belogika 1 semua (255) karena merupakan broadcast address.
IP Classes
Alamat IP dapat dikelompokkan ke dalam 5 kelas. Kelas A, B dan C adalah alamat komersial. Kelas D dicadangkan untuk penggunaan multicast dan Kelas E adalah untuk penggunaan eksperimen.
Kelas C memiliki tiga oktet untuk bagian network dan satu untuk host. Subnet mask default adalah 24 bit (255.255.255.0). Alamat Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan kecil.
Kelas B memiliki dua oktet untuk mewakili bagian network dan dua untuk host. Subnet mask default adalah 16 bit (255.255.0.0). Alamat ini biasanya digunakan untuk jaringan menengah.
Kelas A hanya memiliki satu oktet untuk mewakili bagian Network dan tiga untuk mewakili host. Subnet mask default adalah 8 bit (255.0.0.0). Alamat ini biasanya dipakai untuk organisasi besar.
Whoah mumet yah? Samadong kalo gitu saya juga mumet, hehe semoga penjelasannya bisa berguna deh, n kalo ga berguna yang penting comment deh.
Sumber : cisco.netacad.net
Pertama-tama saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian dari VLAN, VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation.
Gambar Topologinya Seperti ini
Pada pembahasan kali ini kita hanya membahas konfigurasi VLAN yang keanggotaannya di dasarkan pada port yang digunakan oleh VLAN tersebut.
Ok langung aja deh, berikut ini langkah-langkahnya :
1. Pertama kita buat dulu VLAN databasenya pada masing-masing switch
Misal :
VLAN 10 kita buat untuk Accounting
VLAN 20 untuk IT
VLAN 30 untuk Marketing
VLAN 40 untuk Managing (Supaya admin bisa menkonfigurasi switch pada lantai yang berlainan)
Perintahnya :
Switch_Lt1#vlan database
% Warning: It is recommended to configure VLAN from config mode,
as VLAN database mode is being deprecated. Please consult user
documentation for configuring VTP/VLAN in config mode.
Switch_Lt1(vlan)#vlan 10 name Accounting
VLAN 10 modified:
Name: Accounting
Switch_Lt1(vlan)#vlan 20 name IT
VLAN 20 modified:
Name: IT
Switch_Lt1(vlan)#vlan 30 name Marketing
VLAN 30 modified:
Name: Marketing
Switch_Lt1(vlan)#vlan 40 name Managing
VLAN 40 modified:
Name: Managing
Switch_Lt1(vlan)#
Membuat VLAN Interface
Switch_Lt1(config)#int vlan 10
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 10
Switch_Lt1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Switch_Lt1(config)#int vlan 20
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 20
Switch_Lt1(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
Switch_Lt1(config-if)#interface vlan 30
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 30
Switch_Lt1(config-if)#ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
Switch_Lt1(config-if)#int vlan 40
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 40
Switch_Lt1(config-if)#ip address 192.168.40.1 255.255.255.0
Switch_Lt1(config-if)#
Mengelompokkan Port Switch ke dalam VLAN
Switch_Lt1(config)#interface fa0/3
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 10
Switch_Lt1(config-if)#switchport access vlan 10
Switch_Lt1(config-if)#switchport mode access
Switch_Lt1(config-if)#interface fa0/4
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 20
Switch_Lt1(config-if)#switchport access vlan 20
Switch_Lt1(config-if)#switchport mode access
Switch_Lt1(config-if)#interface fa0/5
Switch_Lt1(config-if)#description VLAN 30
Switch_Lt1(config-if)#switchport access vlan 30
Switch_Lt1(config-if)#switchport mode access
Switch_Lt1(config-if)#
Membuat Mode Trunk Pada Port Switch
Switch_Lt2(config)#interface FastEthernet0/1
Switch_Lt2(config-if)#description Trunk to Switch_Lt2
Switch_Lt2(config-if)#switchport mode trunk
Switch_Lt2(config-if)#
Untuk Switch yang lain dapat di konfigurasi dengan perintah yang sama sesuai dengan gambar dan kesepakatan VLAN databese tadi, hanya saja untuk inteface VLAN 40 IP addresss nya harus di buat berbeda pada setiap switch, misal di Switch lantai 1 menggunakan IP 192.168.40.1 yang di lantai 2 bisa menggunakan IP 192.168.40.2 dan seterusnya, hal ini dimaksudkan agar switch lantai 2 dan 3 tadi bisa di telnet dari switch lantai 1 demikian pula sebaliknya.
Pengetesan :
Ping dari PC IT5 hanya bisa di lakukan kepada host-host yang menjadi anggota dari VLAN 20, demikian juga sebaliknya.
PC>ipconfig
IP Address......................: 192.168.20.5
Subnet Mask.....................: 255.255.255.0
Default Gateway.................: 192.168.20.1
PC>ping 192.168.20.1
Pinging 192.168.20.1 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.20.1: bytes=32 time=5ms TTL=255
Reply from 192.168.20.1: bytes=32 time=3ms TTL=255
Reply from 192.168.20.1: bytes=32 time=4ms TTL=255
Reply from 192.168.20.1: bytes=32 time=3ms TTL=255
Ping statistics for 192.168.20.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 3ms, Maximum = 5ms, Average = 3ms
PC>ping 192.168.20.3
Pinging 192.168.20.3 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.20.3: bytes=32 time=40ms TTL=128
Reply from 192.168.20.3: bytes=32 time=18ms TTL=128
Reply from 192.168.20.3: bytes=32 time=16ms TTL=128
Reply from 192.168.20.3: bytes=32 time=16ms TTL=128
Ping statistics for 192.168.20.3:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 16ms, Maximum = 40ms, Average = 22ms
PC>ping 192.168.10.1
Pinging 192.168.10.1 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.10.1:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
PC>ping 192.168.30.1
Pinging 192.168.30.1 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.30.1:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
PC>ping 192.168.40.1
Pinging 192.168.40.1 with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 192.168.40.1:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
PC>
Sekian dulu penjelasan dari saya, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Now, Any Business Can Tap 53 Million Facebook Users (For Free)
First off, if you have not yet heard of Facebook, thanks for exiting your cave. I'd like to heartily welcome you to the Internet. I think you'll like it here. :)
But seriously, here are some quick stats on Facebook which should be of interest to businesses:
1. More than 53 million active users
2. An average of 250,000 new users join every day.
3. About 34% of users work as professionals, sales, executives, educators or are in technical careers.
4. The fastest growing demographic on Facebook consists of users 25 and older.
Though Facebook started in the student demographic, it's quickly growing out of it. So, my guess is that if you have a product or service offering, chances are that at least a few of those 53 million active users (which spend about 20 minutes a day on the site) are prospective customers of your business. The question is, what do you do about it?
Until recently, only big businesses with big marketing budgets could setup a Facebook account for their companies and/or brands. Examples included Verizon, Walmart, Victoria's Secret and other well known companies. For these brands, Facebook users could become "fans" by adding the brand as a friend (much like they would add a person as a friend). This was pretty cool, but pretty expensive for those companies that wanted to tap into this feature.
Now, any business can create a Facebook profile, or business page, which any Facebook user can become a "fan" of. You no longer have to be a Fortune 500 company to afford this. It's free.
Here's how to do it:
Creating A Facebook Business Page
1. Visit this URL: http://www.facebook.com/pages/create.php
2. Decide what the best category is for your business. (Spend a couple of minutes on this as you can't change it later easily).
3. Enter your business/product/brand name and click "Create Page".
4. At a minimum, I'd suggest entering a short description of your business and a website address. This is in the "Add Information To This Page" area. I'd also advise uploading your logo as a photo/image.
5. Click on your business name in the top left corner (it's a hyperlink) and then click "publish this page" (until you do this, nobody but you will be able to see your new Facebook business profile).
6. Finally, and this is important, from your new profile page, click "Add to my products". This way, you become the first "fan" of your business.
Now comes the fun part. Once you've become a "fan" of your business, your friends on Facebook (some of which are likely customers) will see a message in their home page. Something like "Dharmesh Shah is a fan of HubSpot". Hopefuly, some of your Facebook friends will befriend your business. Then, their friends will see a message, and so it goes…
If you want to see a sample Facebook business page, you can check out HubSpot on Facebook . In fact, you can even add HubSpot as a friend (once you visit the page, click on the "Add Product" link in the right column. There are two benefits to becoming a friend of HubSpot: One, you'll feel a positive glow of good karma. Two, you'll have my attention, and my gratitude.












